Powered By

Free XML Skins for Blogger

Powered by Blogger

Get $10 into Your paypal Account just for maintaining Your Email

affiliate program

EARN MONEY FROM YOUR WEBSITE

Turn your valuable web site traffic into money. Join our affiliate program. We offer the most pay-per-click rate to help maximize your revenue stream.

Imagine running of a something that never failed to provide you with cash-flow. A never ending income generator, a system so amazingly profitable that you never had to work for a boss ever again!

0 (ZERO) INVESTMENT PROGRAM

We designed this system specifically for NO COST methods, to make thousands, if not millions of dollars, without spending money.

Join our money making program absolutely free and 100% risk free.

Sign Up... Income while you sleep

INCOME WHILE YOU SLEEP

Earn $1,000... $2,000... $5,000...

Turn your site traffic into cash!

You get paid for every visitor that clicks on our advertizing. Our goal is to enable you to make as much as possible from your advertising space. We pay monthly, either by check, or instantly through PayPal.

Our program enables you to generate a steady stream of income, 24 hours a day, 7 days a week, 365 days a year. Allowing you more time to focus on the things you love.

You'll even be making money while your sleep!

Sign Up...

December 29, 2007

Waktunya nyampah lagi...

It's time to me to come back!!!!
Dah lama ga nyampah di blogger...dah lama banget emang semenjak saya nyampah terakhir kali.
Tulisan ini ditujukan buat saya sendiri, orang yang udah ngasih komen2 pedes ke saya
(Your English is Suck...klo dah tau salah ya dibenerin dunk...), buat orang2 yang baru aja ngunjungin blog saya ini.

Akhirnya saya cuma mo bilang...WAKTUNYA SAYA NYAMPAH LAGI!!!!

April 05, 2007

Tasyahud Akhir Dalam Shalat Dua Rakaat, Duduknya Tawarruk Atau Iftirasy?

oleh : Hanichi Kudou

Sebelum masuk ke pembahasan judulnya, saya akan menjelaskan sedikit tentang apa itu Tawarruk, Iftirasy, dan Tasyahud Akhir.

Duduk tawarruk yaitu duduk dengan meletakkan pinggul dilantai dengan mengeluarkan telapak kaki yang kiri (melalui bawah tulang kering kaki kanan) dan menegakkan telapak kaki yang kanan. Atau biasanya kita duduk seperti ini di rakaat terakhir sebelum salam.

Duduk iftirasy yaitu duduk dengan menduduki telapak kaki kirinya dan menegakkan telapak kakinya yang kanan. Atau biasanya kita duduk seperti ini pada tasyahud awal.

Tasyahud Akhir adalah duduk tasyahud setelah sujud yang kedua pada rakaat terakhir dalam suatu shalat. Artinya, duduk sebelum kita melakukan salam.

Hal ini sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits Abu Humaid As-Sa’idi yang menyebutkan :

Jika duduk dalam raka’at kedua, beliau (Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) duduk dengan menduduki telapak kaki kirinya dan mengakkan telapak kakinya yang kanan, sedang jika duduk dalam raka’at terakhir, beliau mengelaurkan telapak kakinya uyang kiri (melalui bawah tulang kering kaki kanan) dan mengakkan telapak kakinya yang kanan, sementara beliau duduk di tempat duduknya (dilantai)” (HR Bukhari)

Baik, sekarang kita masuk ke dalam pembahasan judulnya. Ahlul ilmi berbeda pendapat tentang kapan duduk tawarruk, apakah ada dalam tasyahud awal atau hanya ada dalam tasyahud akhir.

Menurut Mazhab Imam Malik, duduk tawarruk ada dalam tasyahud awal dan tasyahud akhir.[1] Jadi anda jangan heran atau kaget dan gelisah, jika ada orang yang ketika duduk tasyahud awal pada shalat maghrib tetapi dia malah duduk tawarruk. Ada dua kemungkinan, dia menggunakan mazhab Maliki dalam shalatnya atau memang dia lupa.

Menurut Mazhab Imam Abu Hanifah, baik dalam tasyahud awal ataupun dalam tasyahud akhir, cara duduknya adalah duduk iftirasy.[2] Jadi jangan heran dan gelisah, ketika ada orang yang ketika duduk dalam tasyahud akhir pada shalat maghrib tetapi dia malah duduk iftirasy. Ada dua kemungkinan, dia menggunakan mazhab Abu Hanifah dalam shalatnya atau memang dia lupa dan tidak sadar.

Menurut pendapat Imam Ahmad, setiap shalat yang didalamnya terdapat 2 tasyahud, cara duduknya dalam tasyahud akhir adalah dengan duduk tawarruk, sedang dalam shalat yang didalamnya tidak terdapat 2 tasyahud maka cara duduknya adalah dengan duduk iftirasy.[3] Jadi jangan heran atau sedih ketika anda melihat orang yang shalat shubuh dua rakaat, tetapi dalam tasyahud akhirnya dia malah duduk iftirasy, atau duduk seperti duduk tasyahud awal. Kemungkinannya, dia menggunakan pendapat Imam Ahmad tadi.

Menurut pendapat Imam Syafi’i, bahwa dalam tasyahud yang terjadi sebelum salam (baik dalam shalat yang 2,3, maupun 4 rakaat, atau tasyahud akhir), cara duduknya adalah duduk tawarruk, sedang pada tasyahhud yang lain, cara duduknya adalah dengan duduk iftirasy[4]. Dan inilah yang dipahami kebanyakan umat Muslim di Indonesia yang memang sebagian besar menggunakan mazhab Imam Syafi’i dalam shalatnya.

Imam Nawawi berkata dalam Syarhnya 5/84[5]:

Adapun menurut mazhab Syafi’i, adalah duduk iftirasy dalam tasyahud awal dan duduk tawarruk dalam tasyahud akhir; hal ini didasarkan pada Hadits Abu Humaid As-Sa’idi, dan aku telah mendapatkan Hadits ini dalam Shahih Bukhari yang mana hadits ini dengan jelas menerangkan perbedaan cara duduk dalam kedua tasyahud. Imam Syafi’i berkata: ‘Hadits-hadits yang menjelaskan tentang duduk tawarruk atau duduk iftirasy adalah bersifat mutlaq. Didalamnya tidak dijelaskan secara rinci apakah duduk tawarruk atau duduk iftirasy itu dikerjakan dalam kedua tasyahud atau dalam salah satu dari kedunya. Namun Abu Humaid telah menjelaskan hal ini dan ini diperkuat dengan Hadits yang aku temukan bahwa mereka (para sahabat) menyebutkan tentang dikerjakannya duduk iftirasy dalam tasyahud awal dan duduk tawarruk dalam tasyahud akhir. Demikianlah yang dijelaskan (dalam Hadits Abu Humaid). Karenanya, sudah seharusnya bagi kita utuk mengambil kesimpulan dari dalil yang mujmal ini, Wallahu a’lam’”

Dalam hadits lain disebutkan :

Sehingga jika beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam telah berada pada raka’at yang padanya terdapat salam, cara duduk beliau adalah dengan mengeluarkan telapak kakinya yang kiri dan duduk tawarruk dengan pantat dan paha sebelah kiri. “Mereka (Para shahabat Abu Humaid) berkata: “Engkau benar! Memang demikianlah cara beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan shalat.” (HR Abu Dawud, Dishahihkan Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud 1/141).[6]

Bahkan menurut pengungkapan dari Syaikh Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani dalam buku terjemahan dari bahasa Arab karangan beliau yang berjudul “Tata Cara Shalat Nabi (Shalatul Mukmiin) ” halaman 187 terbitan Irsyad Baitus Salam, bahwa beliau pernah mendengar dari Syaikh Bin Baz –rahimahuLlah- berkata sewaktu mensyarahi Ar-Raudh 2/82: “Sunnahnya, adalah duduk tawarruk dalam tasyahud akhir dengan menegakkan telapak kaki kanan, sedang dalam tasyahud awal adalah duduk dengan cara menduduki telapak kaki kiri dan menegakakn telapak kaki kanan.

Sedangkan kita ketahui bahwa yang dinamakan tasyahud akhir adalah duduk sebelum salam, baik shalatnya itu dua rakaat, tiga rakaat maupun empat rakaat. Demikianlah yang afdhal, yakni duduk iftirasy dalam tasyahud awal dan duduk tawarruk dalam tasyahud akhir, dikarenakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan yang demikian.[7]

Setelah melihat perbedaan dikalangan ulama Salaf tentang hal ini, maka tidak selayaknya kita yang “baru kemarin sore” mbaca al-Quran ini mengatakan saudaranya yang lain yang berbeda cara duduknya pada tasyahud akhir dalam shalat dua rakaat sebagai ahlul bid’ah, perlu diketahui, hal itu amat menyakitkan, amat menyakitkan wahai saudaraku…

Indah sekali jika yang ada dalam benak kita seperti apa yang dikatakan Imam Syafi’i, “Pendapatku benar, tetapi masih mungkin mengandung kesalahan, dan pendapat anda salah tapi masih mungkin mengandung kebenaran”. SubhanaLlah..

(Hanif al-Falimbani, Yogyakarta, 15 Maret 2007, 01.16am)

Brice Schneier, Pakar Enskripsi Guru Sekuriti

Tidak banyak pengoprek komputer yang sukses sebagai pakar keamanan. Lebih banyak yang hanya menjadikannya sebagai hobi. Beda dengan Brice Schneier, ahli enskripsi komputer yang kini menjadi “guru” di bidang keamanan jaringan. Bahkan kini ia mulai dikenal publik.

Lelaki kelahiran 15 januari 1963 ini sudah banyak memopulerkan teknologi keamanan dalam hidup kesehariannya, mulai dari sistem keamanan bandar udara, mesin pemilihan umum, sampai ke sistem keamanan paspor menggunakan chip radio. Schneier sudah menulis sejumlah buku, esai, dan selalu memperbarui blog-nya dan mengirimkan newsletter melalui email dengan pelanggan sebanyak 125.000 orang dari seantero dunia. Buku-buku lelaki berponi ini menduduki peringkat atas di penjualan buku situs Amazon.

Siapa sesungguhnya Schneier? Profesinya sesungguhnya sama dengan tokoh di buku The Da Vinci Code, yakni seorang ahli kriptografi alias pembaca aikon-aikon. Bedanya, aikon yang diuraikan di sini adalah enskripsi komputer. Ia pendiri sekaligus juga chief technology officer di Counterpane Internet Security. Aslinya Schneier berasal dari New York, tapi saat ini tinggal di Minneapolis, Minnesota bersama istrinya, Karen Cooper. Schneier menggondol gelar Doktor dari American University. Sedangkan gelar Bachelor of Science di bidang fisika diraihnya dari University of Rochester. Sebelum menekuni Counterpane, ia sempat bekerja di Departemen Pertahanan Amerika Serikat dan Bell Labs.

Ia masih tekun berkutat dengan ilmu kriptografinya. Karyanya yang paling terkenal adalah desain alogaritma kriptografi bertajuk Balok Blowfish, Twofish, dan MacGuffin. Ia juga mengembangkan alogaritma kriptografi Solitaire yang dipakai orang yang tak punya akses ke komputer bernama Pontifex. Schneier menyebut popularitasnya sebagai seorang yang naif, matematis, dan sedikit mirip menara gading yang agak tak terjangkau oleh orang sekitar. Premis-premis dalam kriptografi terapan merupakan teknologi dan alogaritma yang banyak digunakan pada aspek keamanan dan kerahasiaan. Dalam bukunya teranyar yang ditulis bersama Niels Ferguson, Practical Cryptography, ia berusaha menjelaskan bagaimana mengimplementasikan sistem keamanan. Sejauh ini ia cukup mudah dijangkau melalui blog-nya http://www.schneier.com/blog/

Leonardo Da Vinci (1452-1519) : Sang Penggagas Ide Contact Lens


By zakimath


Di zaman sekarang, berbagai informasi tentang ilmu pengetahuan dan teknologi begitu mudah didapat. Televisi, radio, internet, buku, majalah, dan koran ada di mana-mana. Tak heran, kebutuhan akan santapan pikiran itu kini menjadi kebutuhan primer bagi setiap orang. Dalam merespons informasi, mata adalah indra pertama kita yang berfungsi sebagai penerima. Tak sedikit dari kita mempunyai gangguan pada organ ini. Kacamata menjadi alternatif populer sebagai solusinya.


Dalam perkembangannya, kacamata sudah berubah fungsi. Dari sekadar alat pembantu penglihatan kini menjadi penghias guna menyempurnakan penampilan, bahkan menjadi fashion dalam berkegiatan sehari-hari. Apalagi sejak ditemukannya contact lens atau lensa kontak.

Lensa kontak sebenarnya sudah ada sejak lama. Bahkan banyak kalangan percaya bahwa lensa yang menempel langsung pada bagian mata itu konon idenya sudah ada sejak tahun 1000-an. Akan tetapi, ide lensa kontak yang terdokumentasikan itu baru ada di tahun 1508 dari catatan dan gambaran serta sketsa yang dibuat Leonardo da Vinci, orang Italia kelahiran 15 April 1452. Sebagaimana kita tahu, Leonardo da Vinci sang pelukis Monalisax{2014}yang menjadi sumber inspirasi Dan Brown menulis novel best seller The Da Vinci Code-- adalah orang genius yang serba bisa dan menjadi penemu serta inspirasi bagi penemuan-penemuan alat-alat mutakhir yang ada sekarang. Dalam hal lensa kontak, da Vinci, di buku catatannya membuat banyak sketsa tentang kacamata yang langsung bisa dipakai pada mata.

Setelah da Vinci, lensa kontak juga dipercaya ditemukan oleh Rene Descartes pada tahun 1632. Seorang tokoh kenamaan yang lahir di Tours, Perancis, pada 31 Maret 1596 dan meninggal di Stockholm pada 11 Februari 1650 ini menemukan ide tentang lensa yang bisa dipakai pada kornea mata. Malah Descartes membuat hydriascope, gelas yang diisi air untuk menetralkan kekuatan kornea mata.

Hampir dua ratus tahun lamanya, ide da Vinci maupun Descartes tidak terealisasikan. Baru kemudian di tahun 1801, seorang ahli fisika Inggris, Thomas Young, orang Inggris kelahiran Milverton 13 Juni 1773 dan meninggal pada 10 Mei 1829, menciptakan tabung gelas berisi air dan memuat lensa yang sangat kecil. Lensa ini dipakainya sendiri dan konon dia membuat lensa ini karena terinspirasi dari ide Rene Descartes.

Di tahun 1827, seorang ahli astronomi berkebangsaan Inggris, bernama Sir John Herschel membuat lensa yang digerindanya sendiri sehingga pas dan cocok dipakai langsung pada permukaan mata. Herschel lahir pada 7 Maret 1792 dan meninggal pada 11 Mei 1871 merupakan anak dari seorang ahli astronomi Inggris kenamaan bernama William Herschel. Penemuannya ini menjadi sejarah yang sangat berperan bagi lahirnya lensa kontak.

Lensa yang dapat dipakai dan menutupi mata untuk waktu yang lama, sehingga menjadi tonggak dalam inovasi lensa kontak seperti yang ada sekarang ini, baru ditemukan oleh seorang ahli gelas berkebangsaan Jerman, F.E. Muller, pada tahun 1887. Sedangkan lensa kontak yang dapat dipakai untuk mengatasi gangguan pada penglihatan ditemukan oleh ahli fisika Swiss, Adolf Eugen Fick, dan koleganya, ahli optik Prancis, Edouard Kalt. Lensa kontak yang dibuat mereka pertama-tama dipakaikan pada hewan, kemudian baru dipakai manusia. Lensa ini dibuat dari bahan kaca cekung yang cukup berat dengan diameter 18-21 milimeter. Penemu lensa kontak yang lain pada waktu yang hampir bersamaan, yaitu Joseph Dallos, membuat lensa dari bahan yang mirip dengan sklera mata (permukaan mata/bagian mata paling luar).

Untunglah di tahun 1935 ditemukan PMMA atau polymethilmethacrylate, sejenis bahan plastik lentur dan memungkinkan untuk dibuat sebagai bahan dasar lensa kontak. William Feinbloom, seorang ahli optometri Amerika Serikat membuat lensa kontak yang berbahan campuran PMMA ini dengan gelas pada tahun 1936, dan lensa ini bisa dipakai menutup mata pada bagian sklera. Akan tetapi, pada perkembangannya, PMMA tidak lagi dipergunakan karena zat ini tidak dapat melalukan udara/oksigen dari luar ke dalam mata.

Di tahun 1961, seorang ahli kimia makromolekul keturunan Cekoslowakia, Otto Wichterle, menemukan suatu bahan yang disebut sebagai hidrogel yang memiliki sifat lentur sehingga cocok digunakan sebagai bahan untuk lensa kontak karena bisa menyempurnakan PMMA dalam melalukan oksigen pada mata. Tetapi, inovasi penyempurnaan bahan untuk lensa kontak terus berlangsung. Pada tahun 1970 ditemukan kelompok plastik yang lain yang berupa silikon-akrilat yang ternyata lebih sempurna dalam melalukan oksigen. Apalagi setelah disempurnakan menjadi FSA (florosilicone-acrylate), ditambah dengan adanya penyesuaian penggunaan lensa kontak ini bagi pemakai yang mempunyai kelainan mata seperti astigmatisma dan keratokonus.

Penyesuaian bentuk lensa kontak kornea yang mengikuti bentuk mata yang cekung pertama kali dibuat oleh ahli optometri asal Oregon bernama Dr. George Butterfield. Inovasi lensa kontak ini tak berhenti sampai di sini saja, penyesuaian terhadap kebutuhan konsumen yang bermata normal dalam arti kata konsumen memakai lensa kontak sebagai penyempurna penampilan terus berlangsung. Warna lensa kontak kini tak hanya bening, tapi bisa warna-warni. Tinggal pilih, mau hijau, biru, merah, cokelat, atau hitam. Semua ada. Warna iris mata yang sesungguhnya bisa tertutup oleh warna lensa kontak dan kita jadi tertipu dengan ras seseorang hanya karena melihat warna matanya. Bukan mustahil suatu saat akan terjadi lagi inovasi lensa kontak yang lebih sempurna. Kita tunggu saja.***


dr Roebiono Kertopati, Bapak Persandian Indonesia
By zakimath


Ada pertanyaan menarik dari beberapa teman, siapakah Bapak Persandian Negara Republik Indonesia ? Memang, sedikit orang saja yang mengetahui siapa Bapak Persandian Negara Republik Indonesia, seperti halnya ilmu persandian/kriptografi di Indonesia yang juga sangat sedikit orang saja yang menekuninya.

Persandian Negara Indonesia didirikan pada tanggal 4 April 1946 oleh Mayor Jenderal dr. Roebiono Kertopati. Beliau adalah seorang dokter kepresidenan di masa Presiden RI Pertama Soekarno. Persandian negara Indonesia tersebut sekarang dikenal dengan nama Lembaga Sandi Negara dan dr Roebiono Kertopati sebagai Kepala Lembaga Sandi Negara yang pertama.

Maka almarhum Mayor Jenderal dr. Roebiono Kertopati dinobatkan sebagai Bapak Persandian Negara Republik Indonesia.

Kalau menyebut nama dr. Roebiono Kertopati, tentu tidak banyak orang yang mengenalnya, termasuk juga saya. Saya mengenal nama dr. Roebiono ketika saya diterima sebagai salah satu mahasiswa perguruan tinggi kedinasan pada tahun 1984. Saat itu saya baru mengetahui bahwa beliau ternyata merupakan dokter tentara berpangkat mayor jenderal sekaligus pendiri dan kepala Lembaga Sandi Negara (LSN). Beliau baru saja berpulang ke Rakhmatullah beberapa bulan sebelum angkatan saya diterima. Selama mengikuti pendidikan hingga selesai dan bahkan setelah bekerja pun, tidak banyak informasi tambahan yang saya peroleh mengenai beliau. Sedikit informasi tambahan adalah bahwa selain menjadi Kepala LSN, beliau juga Ketua Tim Dokter Kepresidenan Soeharto.

Selama bertahun-tahun kemudian saya tidak pernah merasa terusik mengenai informasi dr. Roebiono. Namun saya menjadi tergugah untuk mencari tahu lebih jauh saat seorang rekan berkomentar dalam tulisan saya “Pesona Wikipedia”. Menurut rekan saya tersebut, ia “merasa” kenal nama dr. Roebiono Kertopati, tetapi ketika mencoba mencari di mesin pencari Wikipedia, ternyata ia tidak berhasil menemukan nama tersebut. Untuk itu saya mencoba menelusuri sumber-sumber terbuka untuk mengetahui seberapa populer rating nama dr. Roebiono Kertopati. Instrumen pertama yang dipergunakan untuk melakukan penelusuran adalah Wikipedia itu sendiri. Dari hasil penelusuran di Wikipedia, diketahui bahwa terdapat sedikit keterangan mengenai dr. Roebiono yang menyebutkan bahwa beliau merupakan Kepala LSN pertama merangkap dokter kepresidenan RI pada masa presiden Soekarno.

Selanjutnya saya menggunakan jasa baik Direktorat Jenderal Google untuk menelusuri nama beliau. Dengan mengetik “Roebiono Kertopati” pada mesin pencari Google diperoleh 14 item yang menyebut nama beliau. 6 item mengaitkan nama beliau pada peristiwa G30S/PKI karena perannya sebagai salah satu dokter yang mengotopsi jenazah pahlawan revolusi. 2 item merupakan tulisan dalam sebuah blog yang menyebutkan kedudukan beliau sebagai dokter tentara, ahli radiologi dan Wakil Ketua tim Pelayanan Medis bagi mantan Presiden Soekarno yang saat itu dikenakan tahanan rumah di Wisma Yaso. Hal yang menarik, informasi dalam blog ini juga menyebutkan bahwa dr. Roebiono juga merupakan mantan staf pembantu Nefis, dinas intelijen Belanda. Selanjutnya pada 6 item terakhir merupakan kliping berita kegiatan LSN yang mengutip nama beliau selaku pendiri LSN. Instrumen lainnya adalah situs Tokoh Indonesia, yang hasilnya ternyata nihil.

Wah ternyata tidak mudah mencari data agak lengkap mengenai beliau. Mungkin karena beliau seorang Perwira Intelijen sehingga datanya tidak bisa diperoleh di website. Bahkan meskipun hanya terkait dengan informasi dasar seperti tanggal dan tahun kelahiran atau kapan tepatnya beliau memimpin LSN. Suatu informasi dasar yang mungkin bisa diperoleh jika seandainya LSN memiliki website dan memasukkannya dalam menu sejarah LSN. Terlepas dari itu semua, catatan yang bisa ditulis adalah perlunya mempelajari sejarah persandian, baik saat pendidikan ataupun sesudahnya melalui literatur. Di tingkat pendidikan mungkin dapat disampaikan materi mengenai sejarah persandian yang bersifat interaktif. Saya baca di media, hal ini nampaknya sudah dilakukan untuk STSN, antara lain dengan mengunjungi museum persandian di Yogyakarta. Ke depan, bisa juga diterapkan pada berbagai tingkatan pendidikan persandian lainnya. Sedangkan mengenai literatur sejarah persandian, kalau tidak salah pada awal tahun 1990 pernah dilakukan penyusunan buku sejarah persandian. Namun terus terang saya tidak tahu nasib dan kelanjutan buku tersebut. Kalau memang buku tersebut masih ada, alangkah baiknya disosialisasikan kembali. Karena saya yakin banyak yang tidak memahami sejarah persandian, ya termasuk saya.

sumber:
http://arishu.blogspot.com/2006/09/dr-roebiono-kertopati.html
http://hadiwibowo.wordpress.com/2006/09/26/bapak-persandian-negara-republik-indonesia/

Persandian di Republik Indonesia (Lembaga Sandi Negara)
By zakimath


Dalam kamus besar bahasa Indonesia kata persandian yang berasal dari kata dasar sandi adalah rahasia atau kode; definisi sinonimnya dalam bahasa Inggris cryptography, yang berarti pengetahuan, studi, atau seni tentang tulisan rahasia. Dalam era perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini, pengertian umum persandian adalah semua kegiatan pengamanan informasi rahasia yang dilaksanakan berdasarkan konsep, teori dari teknik-teknik penyandian (enkripsi), serta ilmu pendukung lain secara metodologis, konsisten, dan sistematis.

Berdasarkan Keppres Nomor 103 tahun 2001 telah ditetapkan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) sebagai Lembaga Pemerintahan Non-Departemen yang mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang persandian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam rangka melaksanakan tugas tersebut Lemsaneg menyelenggarakan fungsi pengkajian dan penyusunan kebijakan nasional di bidang persandian, koordinasi kegiatan fungsional dalam pelaksanaan tugas-tugas persandian, dan fasilitas serta pembinaan kegiatan persandian.

Sejarah persandian

Sejarah persandian Republik Indonesia dimulai dengan berdirinya Dinas Kode pada Kementerian Pertahanan Republik Indonesia pada tanggal 4 April 1946. Dalam perkembangannya, persandian Indonesa secara kelembagaan mengalami beberapa kali perubahan seiring dengan dinamika kehidupan pemerintahan Republik Indonesia. Pada 2 September 1949 Dinas Kode Kementerian Pertahanan tersebut berubah menjadi Djawatan Sandi, dan akhirnya pada 22 Februari 1972 berubah menjadi Lembaga Sandi Negara. Dinas Kode yang dulu hanya melaksanakan persandian di lingkungan Angkatan Perang Republik Indonesia, saat ini telah menjadi Lembaga Sandi Negara yang menangani persandian secara nasional. Dari konteks sejarah itulah, 4 April kemudian dinyatakan dan diperingati sebagai Hari Persandian Republik Indonesia. Dalam hal kepemimpinan, sejak pembentukannya, Lembaga Sandi Negara telah mengalami empat periode kepemimpinan, mulai dari Mayjen TNI (Purn.) Dr Roebiono Kertopati (1946-1964), Laksda TNI (Purn.) Soebardo (1986-1998), Laksda TNI (Purn.) BO Hutagalung (1998-2002), dan Mayjen TNI Nachrowi Ramli terhitung mula 1 Mei 2002 sampai dengan sekarang. Tentang peralatan persandian yang digunakan untuk mengamankan informasi rahasia negara, pada saat perang melawan penjajahan hingga perang kemerdekaan, peralatan sandi yang digunakan sebatas penggunaan sistem One Time Pad (OTP) dan sistem kode yang dibuat secara mandiri. Saat ini, dengan berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi, peralatan sandi yang digunakan semakin bervariasi. Peralatan sandi tersebut antara lain telepon bersandi (cryptophone), faks bersandi (cryptofax), sistem pengamanan data (data security), secure e-mail, encrypted mobile phone, dan lain-lain. Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan unsur penting dalam persandian. SDM persandian pada awal berdirinya direkrut secara ketat dan pribadi oleh Dr Roebiono Kertopati sendiri. Dalam hal memenuhi kebutuhan SDM persandian yang profesional Lemsaneg melaksanakan program Pendidikan dan Pelatihan Teknis Pembentukan Sandiman, yang dapat diikuti oleh personel dari berbagai instansi pemerintah, dan Akademi Sandi Negara. Dalam rangka meningkatkan kualitas personel sandi yang dikaitkan dengan teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang pesat, sesuai Keppres Nomor 22/2003, Akademi Sandi Negara ditingkatkan statusnya menjadi Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN).

Kondisi saat ini Selama 58 tahun, persandian RI telah berperan dalam mengamankan informasi rahasia negara, langkah-langkah strategis telah dilakukan untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Upaya menjaga kerahasiaan informasi negara semakin hari semakin menghadapi tantangan, karena ada beberapa indikasi penyadapan informasi rahasia negara Republik Indonesia yang dilakukan oleh negara lain. Beberapa indikasi kasus penyadapan informasi yang telah terjadi antara lain: Pertama, pada 1980-an UKUSA yang dibentuk oleh Amerika, Inggris, Kanada, Selandia Baru, dan Jerman menggelar 'Echelon Operation' suatu operasi yang bertujuan melakukan penyadapan terhadap sarana telekomunikasi di seluruh dunia (www.himaay.net). Kedua, pada 1991 Australia menggelar 'Jupiter Operation' dan 'Larswood Operation' untuk menyadap pemberitaan yang ditransmisikan melalui satelit Palapa (www.msnbc.com). Ketiga, NBC News tanggal 12 September 1999 menyebutkan bahwa satelit mata-mata AS bekerja sama dengan Australia (Orion Spy Satelite) berada di atas wilayah Indonesia untuk menyadap sinyal komunikasi seluler Jakarta-Dili. Keempat, terungkapnya penyadapan pembicaraan telepon antara Presiden BJ Habibie dan Jaksa Agung Andi Ghalib tahun 1999, seperti termuat pada majalah Panji Masyarakat tanggal 24 Februari 1999. Kelima, pada 2001 FBI mengakui bahwa AS mengembangkan teknologi mata-mata lewat internet dengan nama 'Magic Lantern' untuk menyadap komunikasi komputer (www.msnbc.com). Keenam, sinyalemen yang diekspose media Australia Sydney Morning Herald tanggal 14 Maret 2002 tentang operasi penyadapan oleh Defense Signal Directorate (DSD) terhadap komunikasi Jakarta-Dili antara pejabat militer RI periode pra-jajak pendapat Timtim. Ketujuh, Februari 2004 Tim Lemsaneg mendapatkan indikasi ditemukannya alat menyadap yang dipasang di beberapa Kedutaan Besar RI di luar negeri. Dalam menghadapi tantangan terhadap upaya penyadapan informasi rahasia tersebut, Lemsaneg telah melaksanakan kebijakan strategis dalam pengabdian kepada negara dan dituangkan di dalam strategi kebijakan Sistem Persandian Nasional (Sisdina). Sisdina adalah totalitas atau keterpaduan kegiatan pembinaan sumber daya manusia, perangkat lunak, dan perangkat keras persandian, yang saling terkait satu sama lain sebagai satu kesatuan yang utuh dalam rangka penyelenggaraan tugas persandian dan kegiatan pengamanan berita rahasia negara. Sisdina terdiri dari dua unsur utama yaitu pembinaan persandian dan operasional persandian. Pembinaan mencakup SDM, Jaring Komunikasi Sandi, dan Material Sandi yang digunakan dalam operasional persandian. Sebagai penjabaran Sisdina, Lemsaneg telah melakukan langkah-langkah antara lain: Pertama, menggelar Jaring Komunikasi Sandi bagi Pejabat Negara (VVIP), berupa telepon bersandi (cryptophone), yang digelar dalam jaring tertutup dan terbatas pada pejabat tertentu yang memiliki kewenangan strategis. Kedua, menggelar Jaring Komunikasi Sandi bagi instansi-instansi pemerintah serta perwakilan Republik Indonesia di luar negeri dengan perlengkapan sandi cryptophone, cryptofax, dan data security. Ketiga, secara konsisten telah turut serta mendukung operasional penanggulangan daerah bergolak seperti Provinsi NAD, Papua, Maluku, Maluku Utara, dan Atambua. Kebijakan strategis Lemsaneg adalah menugaskan personel Lemsaneg yang dilengkapi peralatan sandi berupa cryptophone, cryptofax dan data security dalam tim pemerintah dalam kendali atau koordinasi Menko Polkam. Keempat, pejabat Lemsaneg turut serta dalam setiap kunjungan Presiden ke luar negeri untuk memberi dukungan pengamanan komunikasi dan informasi bagi Presiden. Kelima, Lemsaneg bekerja sama dengan Departemen Pertahanan sedang melakukan penelitian hukum dalam kerangka penyusunan Rancangan Undang-Undang Kerahasiaan Negara (RUU-KN). Keenam, melakukan litbang peralatan sandi dengan melakukan rancang bangun dan penciptaan peralatan sandi dalam upaya kemandirian di bidang persandian. Ketujuh, menyusun kebijakan dan standarisasi persandian nasional. Kedelapan, menyusun Rencana Strategis (Renstra) Jaring Komunikasi Sandi Nasional, dalam rangka mendukung pengamanan informasi bagi sektor pemerintah dan non pemerintah.

Masa datang Dengan meningkatnya kebutuhan dan semakin kompleks serta canggihnya ancaman, persandian masa depan diharapkan menjadi persandian yang antisipatif terhadap tantangan dan ancaman, fleksibel terhadap dinamika perubahan, dan responsif terhadap tuntutan pelayanan persandian dan pengamanan informasi. Persandian masa mendatang bukanlah persandian yang terbatas pada lingkup instansi pemerintah dan BUMN, tetapi juga kebutuhan pengamanan informasi dalam lingkup kepentingan masyarakat, khususnya dalam kerangka pengembangan dan pendayagunaan telematika nasional, implementasi e-government, dan sistem pengamanan segala jenis transaksi elektronik. Namun demikian, seperti ungkapan populer: the man behind the gun, maka faktor manusia sebagai pengguna informasi dapat menjadi titik rawan terhadap bocornya suatu informasi. Jika pengguna informasi kurang mempunyai dedikasi dan loyalitas tinggi, dan jika security awareness di lingkungan pengguna informasi rahasia sangat rendah, maka segala upaya yang dilakukan Persandian RI akan sia-sia. Memang, kebocoran suatu informasi rahasia sulit dibuktikan secara fisik. Namun beberapa kegagalan diplomasi, beberapa kasus penyadapan di KBRI merupakan pendorong untuk meningkatkan security awareness pada setiap warga negara Republik Indonesia.

Oleh : Dedy R Wicaksono

Staf Lembaga Sandi Negara




Generalized Inverse Matrices for Cryptology

Oleh : Ikhwanudin Achmad (Matematika FMIPA UGM)
http://www.ikhwan.web.ugm.ac.id


Diberikan matrik bujur sangkar yang invertibel alias mempunyai invers, misalnya matriks A n x n. Kemudian proses enkripsinya : setiap kalimat dikonversikan ke bilangan modulo 26. Kemudian dibagi menjadi beberapa blok, yang masing-masing bloknya terdiri dari n bilangan. Misalkan bloknya diberi nama c

selanjutnya cipherteksnya : cA , kemudian hasilnya dikonversikan lagi ke bentuk huruf a-z. Dalam proses ini, attacker dengan mudah bisa memecahkan karena matriks yang dipakai jelas bujursangkar, dengan sedikit percobaan akan bisa dipecahkan.

Nah, pengembangan dari Generalized Inverses Matrices adalah bagaimana supaya matriks yang dipakai tidak hanya bujur sangkar, tapi juga bebas. Bisakah? Tentu saja. Disini kode kode yang terkonversi ke bilangan modulo 26 dibagi menjadi blok yang panjangnya m bit. dengan memakai matriks enkripsi yang berukuran m x n dihasilkan cipherteks yang panjangnya n bit.

Attacker yang tidak mengetahui sama sekali ukuran matriksnya pasti lebih sulit memecahkan kode yang ada.

Salah satu kelemahan dari metode ini adalah : metode ini masih memakai kunci privat. Sehingga tidak populer lagi, sebab pada umumnya sudah memakai kunci publik.

Langit perlahan mulai menyelimuti diri dengan bintangnya

Perarakan lentera-lentera malam pun bersuka cita di kejauhan

Angin utara sejuk berhembus menggelitik rasa

Rembulan pun dengan riang bersenandung tuk semesta raya Keagungan Tuhan

Simfoni penghuni malam mengalun tenang di kegelapan

Aroma sedap malam menari ikuti iringan nocturno disini

Bumi seakan bernyanyi merasakan hentakan kaki anak-anak Kehidupan

Dedaunan pun lembut membelai rambutmu seolah dibangkitkan roh penguasa bumi

Hamparan perkebunan bersiluet perbukitan berpintukan kabut jadi satu

Hutan pun ikut menghiasi keindahan yang kini terbentang dihadapan

Wangi bumi tak sanggup gantikan aroma tubuhmu dipelukku

Kehangatan mulai kurasakan saat dua pengembara cinta beri satu kecupan

Matamu berbinar berkilauan dengar kalimat tak tersanggahkan

Jari-jari kecilmu pun berlari memeluk erat diriku

Helai-helai rambutmu pun semakin nyaman kurasakan

Hembusan pelan nafasmu seakan berisikan kasihmu padaku

Lalu takdir itupun dating bersama sang Kehidupan

Merampas sayap kehidupan berlalu darimu

Meronta saat ia jamah dalam tenangmu menuju keheningan

Dan senyum itupun merekah dari wajahmu…

Celotehan penghuni hari pagi pun sadarkan aku

Dari kenangan akanmu lebih tiga tahun lalu

Ini dibuat dan didedikasikan untuk dia yang hanya bisa kurasakan hadirnya didalam keheningan dan semua kenangan akannya saat lalu, sekarang, dan untuk selamanya…Untuk rasa yang telah tergantikan namun tak pernah akan bisa sama…


April 04, 2007

abanrasva14??
da yg nanya kenapa
user id-na abanrasva14...
ini jawabanna...sewaktu coba daftar buat mail yg baru, aku bingung id pa yg kudu gw pake.
akhirna dengan mengerahkan kemampuan berpikir yg pas2an(loh?bahasa opo iki?),aku akhirna nemu sebuah id yg mungkin cukup gampang diinget buat diriku sendiri..yupz!!abanrasva14...

alasanna?karena id itu menceritakan diriku secara tidak langsung...
aban adalah nick name yg kubuat sendiri...diambil dari namaku...Sa'ban. yupz nama asliku Sa'ban,tp aku
lebih suka nick yg simple..so kuciptakan aban sebagai nick-ku...
rasva means ketidaksukaanku pada rasa vanila. why?karena dulu waktu kecil aku paling emoh yg namana
minum susu rasa vanila ato makanan dan minuman yg berbau-bau vanila..tp knp rasva?rasva itu singkatan
dari Ra Suka Vanila(Ora suka Vanila)..
diambil dari bahasa jawa yg artina ga suka vanila...
trus yg terakhir...
14..
itu tanggal lahirku...kuambil dari tanggal lahirku dan tanggal...(sesuatu yg g bisa diceritakan disini coz itu merupakan sesuatu yg sangat...sangat riskan buat dipublikasikan).. yach itulah jawaban kenapa aku pake id ini...tulisan ini ku tujukan buat Honey Kudou( I know him as Agoenk Hanif...Hope U still struggle to d glory of khilafah...)dan orang2 yg bertanya siapa abanrasva ini sebenarna..

March 28, 2007

This's my first post..
Just want to be an ordinary people..